Jumat, 08 Oktober 2010

Tips aman mencukur area genital

Mencukur rambut pada area genital tidaklah semudah mencukur atau mencabut rambut area lainnya.

Sebelum memulainya, cobalah untuk mempersiapkannya dengan memperhatikan beberapa hal.

Pertama, gunakan alat cukur yang masih baru sehingga terjamin kebersihannya.Faktor kebersihan amatlah penting, agar Anda terhindar dari infeksi penyebab gatal, bengkak atau kemerahan pada kulit di area genital. 

Kedua, usahakan untuk bersikaplah rileks selama melakukannya, dengan mengawalinya lewat pengaturan posisi duduk yang nyaman. Saat duduk, angkat kedua kaki melebihi garis pinggang dan buka lebar-lebar. 

Untuk hasil yang maksimal perhatikan tips bercukur di bawah ini. 

- Atur Arah Rambut Area Genital 

Pencukur elektronik, pinset atau gunting adalah beberapa pilihan alat cukur yang dapat digunakan. Untuk memudahkan proses pencukuran, disarankan untuk mengatur rambut-rambut di daerah genital terlebih dulu dengan cara menarik ke atas rambut area genital agar alat cukur tidak mengenai kulit di area tersebut. 

- Berendam di Air Hangat

Sebelum bercukur, sebaiknya Anda berendam di air hangat terlebih dulu. Cara ini akan memudahkan Anda mencukur karena rambut-rambut yang kasar di area genital akan berada dalam kondisi basah. 

- Beri Gel Untuk Busa

Oleskan krim cukur atau gel yang dapat menimbulkan busa pada area genital untuk memudahkan proses pencukuran.. Namun Anda harus waspada jangan sampai krim yang Anda pakai menimbulkan alergi pada kulit. Juga jangan gunakan sabun karena sabun tidak menghasilkan busa terbaik untuk bercukur. 

- Bercukur

Sebelum mulai bercukur, pikirkan dulu model apa yang Anda inginkan. Namun sangat disarankan untuk mencukur rambut sesuai arah tumbuhnya rambut. Hindari untuk mencukur area yang sama berkali-kali karena bisa membuat kulit iritasi. Bila Anda menemukan tempat yang sulit untuk diraih tarik kulit untuk memudahkannya. Khusus bagi Anda yang baru pertama kali mencukur area genital, jangan terlalu rajin. Anda harus ingat bahwa area genital sangat sensitif dan perlu waktu beradaptasi dengan pisau cukur. Cukup lakukan sekali seminggu. 

- Mengangkat Sel Kulit Mati

Untuk menghindari tertutupnya pori-pori di area genital, jangan lupa untuk membersihkan kulit setelah bercukur menggunakan busa lembut dan sabun. Anda. Sikat dengan lembut area genital agar tidak terjadi iritasi kulit. 

- Melembabkan

Basuh, keringkan dan lembabkan area yang baru saja dicukur. Pelembab yang dipakai bisa baby oil atau lidah buaya (Aloe Vera). Hindari pemakaian pelembab yang harum dan berwarna karena bisa memicu iritasi. Untuk alterntif Anda bisa menggunakan bedak bayi untuk menambah kenyamanan setelah bercukur. 

- Rawat Area Genital Anda

Bersihkan area genital yang sudah dicukur setiap hari untuk menyingkirkan keringat dan kelenjar minyak yang bisa menutupi pori-pori. Untuk menghindari gatal-gatal dan iritasi gunakan pelembab dan bedak, memilih celana dalam dari bahan katun dan jangan memakai celana terlalu ketat. Tidak hanya menyebabkan iritasi, celana terlalu ketat juga menyebabkan kurangnya sirkulasi udara dan memicu gesekan dengan area genital. 

Bila ternyata bercukur membuat kulit Anda iritasi, jangan khawatir! Waxing bisa menjadi alternatif terbaik. 

- Rambu-Rambu Mencukur Area Genital 

Mencukur area genital bagi sekelompok orang menimbulkan masalah sendiri. Saat rambut daerah genital mulai tumbuh maka muncul juga rasa gatal ditambah bengkak kemerahan. Untuk menguranginya oleskan krem cortisone. Bila semakin parah segera konsultasikan ke dokter kulit. 

Hati-hati bagi orang alergi pada krim cukur. Pasalnya area genital sangat sensitif sehingga Anda akan merasa sangat menderita bila hal ini terjadi. Gunakan krim cukur yang mengandung hypoallergenic agar Anda terbebas dari alergi. 

Untuk beberapa wanita area genital mereka menjadi sangat sensitif saat menstruasi. Mereka menjadi tidak nyaman untuk mencukur, disarankan untuk melakukannya sebelum atau setelah menstruasi.

0 komentar:

Posting Komentar