Senin, 06 Desember 2010

Tentang Kanker Payudara

Apa itu Kanker Payudara?
Tubuh terdiri dari banyak jenis sel. Biasanya, sel membelah dan memperbanyak diri ketika tubuh memperbaiki jaringan yang luka dan mengganti jaringan yang rusak tersebut. Proses sistematis ini membantu menjaga agar tubuh sehat. Kadang-kadang, sel-sel tetap membelah diri ketika sel-sel baru tidak dibutuhkan, dan sel-sel ekstra ini membentuk suatu massa dari jaringan atau sekelompok sel-sel yang abnormal, yang disebut tumor. Tumor dapat menjadi jinak atau ganas. Tumor jinak bukan kanker. Mereka biasanya dapat dihilangkan, dan dalam kebanyakan kasus mereka tidak kembali. Sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Paling penting, tumor payudara jinak tidak membahayakan jiwa.
Lokasi Penyebaran Sel Kanker Payudara (metastasis)

Kanker ganas adalah sel-sel kanker yang tidak normal. Sel-sel ini membelah diri tanpa terkendali, dan mereka dapat terpisah dari sel kanker ganas primary (utama) dan masuk ke aliran darah atau sistem limfatik, merusak jaringan dan organ di sekitarnya. Ketika kanker terjadi pada jaringan payudara dan menyebar di luar payudara, sel-sel kanker payudara sering ditemukan di kelenjar getah bening aksila (ketiak). Jika kanker telah mencapai titik tersebut, itu berarti bahwa sel-sel kanker mungkin telah menyebar ke bagian lain seperti tulang, hati, atau paru-paru. Penyebaran kanker disebut metastasis.

Faktor-faktor penyebab Kanker Payudara
Sama dengan kanker-kanker yang lain, penyebab kanker payudara pun masih terus menerus diselidiki. Banyak faktor yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya risiko terkena kanker payudara, di antaranya adalah:
1. Tinggi melebihi 170 cm
Menjadi tinggi, adalah idaman setiap wanita. Namun penelitian yang masih berlangsung, mengungkapkan suatu hasil yang mungkin kurang begitu menyenangkan. Wanita yang tingginya melebihi 170 cm ternyata memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker usus besar yang lebih besar. Meskipun belum jelas sepenuhnya mekanismenya, diduga pertumbuhan yang lebih cepat saat usia anak dan remaja membuat adanya perubahan struktur genetik (DNA) pada sel tubuh yang diantaranya dapat berubah ke arah sel yang ganas.
Kenali tanda-tanda dini kanker payudara
2. Masa Reproduksi yang relatif panjang
Masa reproduksiyang ditandai dengan datang bulan atau hamilyang lebih panjang, meningkatkan risiko memperoleh kanker payudara. Masa reproduksi ini relatif memanjang jika:
a. Wanita memperoleh haid pertama (menarche) pada usia muda (kurang dari usia 10 tahun). Menarche umumnya diperoleh pada usia 13 tahun.
b. Wanita yang terlambat memasuki menopause (lebih dari usia 60 tahun). Umumnya pada usia 55 tahun, perempuan akan mengalami henti haid atau menopause. Pada beberapa orang, menopause bisa datang pada usia yang lebih dari itu bahkan ada yang lebih dari 60 tahun.
c. Wanita yang belum mempunyai anak kandung.
Teorinya, kenapa kaum wanita yang mengalami hal diatas berisiko lebih besar memperoleh kanker payudara adalah karena terpapar dengan hormon estrogen relatif lebih lama dibandingkan dengan wanita-wanita lainnya.
3. Kehamilan dan menyusui
Wanita yang melahirkan pada usia tua (> 35 tahun) juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara. Begitu juga dengan mereka yang melahirkan lebih dan dua kali. Namun, risiko kanker payudara bisa ditekan jika wanita tersebut menyusui sedikitnya selama satu tahun untuk setiap kelahiran anak. Hal ini berkaitan erat dengan perubahan sel kelenjar payudara saat menyusui.
4. Wanita yang gemuk
Bagi kaum wanita yang kurang bisa menjaga berat badannya, dikatakan memiliki risiko terkena kanker payudara lebih tinggi. Dengan menurunkan berat badan, biasanya level estrogen tubuh akan turun pula. Estrogen yang tinggi, terutama pada usia menopause dapat menyebabkan sel pada payudara berubah menjadi sel ganas. Bagi orang Indonesia, dikatakan kelebihan berat badan jika IMT > 23 kg /m2 dan menjadi obesitas jika IMT > 25 kg/m2. Indeks Masa Tubuh atau Body Mass Index dihitung berdasarkan berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter pangkat dua.
5. Alkohol
Konsumsi alkohol lebih dari satu kaleng bir atau satu gelas anggur (200 – 300 cc) bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker usus besar. Penyebabnya adalah karena alkohol bisa meningkatkan estrogen tubuh.
6. Preparat hormon estrogen
Penggunaan preparat yang mengandung hormon estrogen meningkatkan risiko mengidap kanker payudara. Untuk itu evaluasi perlu dilakukan bagi mereka yang telah menggunakan preparat ini selama lebih dari 5 tahun.
7. Faktor turunan / genetik
Adanya riwayat, seperti cerita di awal tulisan ini, bahwa salah satu payudara telah terkena kanker payudara tentu meningkatkan risiko pasien memperoleh kanker payudara pada sisi yang lain. Dengan adanya riwayat terkena kanker payudara pada keluarga atau bahkan diri sendiri, risiko terjadi kanker payudara kembali menjadi lebih tinggi. Hal yang sama berlaku juga untuk wanita yang pernah menderita tumor jinak payudara yang merupakan jenis hiperplasia.
8. Lain-lain
Hal-hal lain yang turut meningkatkan risiko menderita kanker payudara adalah: sering memperoleh trauma/ perlukaan pada payudara, mengalami radiasi sebelumnya pada payudara (pengobatan keloid /jaringan parut), pernah mendapat obat hormonal yang lama karena mandul, pernah dioperasi payudara atau alat reproduksinya, mengalami berbagai macam goncangan jiwa yang hebat dalam kehidupannya (bercerai, tidak dapat menikah, dimadu dan sebagainya).


0 komentar:

Posting Komentar