Jumat, 20 Mei 2011

Seks Menurut Perhitungan Matematika

Seks selalu menjadi bahasan yang menarik untuk terus diperbincangkan. Tahukah Anda seperti apa ‘wajah’ seks remaja di mata matematika? Simak berikut.
King Middle School di Portland, Maine, Amerika Serikat (AS), berencana menyediakan pil KB tanpa persetujuan orang tua untuk gadis berusia 11 tahun. Hasil pemungutan suara dewan sekolah mengenai penyediaan pil KB ini, tujuh dibanding dua.
Seperti diketahui, anak-anak zaman sekarang mulai melakukan seks lebih dini ketika pil kontrasepsi dijual bebas di pasaran layaknya menjual permen. Pada kenyataannya, secara seksual, remaja sangat aktif sementara di sisi lain beban kehamilan di luar nikah sangat berat.
Jika Anda melakukan perhitungan matematika, menurut penulis buku ‘Bad Medicine’ dan ‘Food at Work’ Chistopher Wanjek, Anda akan menemukan, seks dini ditambah pil KB sama dengan penyakit seks menular (STD) dan kehamilan.
Kontrasepsi oral menjadi metode sempurna untuk mengontrol kelahiran. Metode ini 99% lebih efektif jika digunakan dengan benar. Bagaimanapun juga, menggunakan metode pil tetap menjadi semacam pertaruhan guna mencegah kehamilan. Namun tak ada data solid mendukung para remaja mau menggunakan pil KB.
Konsep efektivitas 99-99,7% kombinasi pil estrogen dan progestin secara tepat berdasarkan penggunaan yang sempurna, hanyalah mimpi tak realistis laboratorium. Bagi rata-rata wanita yang lupa mengonsumsi pil ini untuk beberapa hari, peluangnya menurun 90-95%.
Untuk rata-rata gadis remaja yang lupa ‘mematikan pengering rambut,’ peluangnya akan jauh lebih menurun lagi. Jelas, pil-pil tersebut tak memiliki efek sama sekali dalam mencegah menyebarnya STD.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tiap kasus baru STD, setengahnya terjadi pada usia 15-24 tahun. Meski hanya mewakili seperempat populasi aktif secara seksual, sebanyak 9,1 juta anak muda dari 18,9 juta penduduk tertular STD tiap tahunnya.
Dari sensus terbaru, 14% penduduk AS berusia 15-24 tahun. Artinya, ada 42 juta remaja dan dewasa muda dari 300 juta warga AS. Sebanyak sembilan juta kasus dibagi 42 juta bisa diterjemahkan, 21% atau satu dari lima orang di bawah usia 24 mengidap STD.
Menurut CDC, hampir 75% kasus klamidia baru dan 60% kasus gonore baru terjadi pada kelompok usia ini. Dibanding wanita di semua kategori usia lain, usia wanita 15-19 memiliki tingkat tertinggi gonore.
Lebih dari 10% dari keseluruhan usia 15-24 tahun terjangkit herpes genital. Penyakit tersebut dan STD lainnya, seperti human papillomavirus merupakan penyakit paling umum di kalangan dewasa muda. Sehingga bisa membawa konsekuensi serius, termasuk kemandulan dan kanker.
Makin dini seseorang aktif secara seksual, tanpa kondom dan mungkin didoktrin ide palsu perlindungan yang ditawarkan pil KB, hasilnya makin besar risiko tertular STD. Seorang gadis yang cukup ‘canggih’ yang mencari kontrasepsi oral di klinik kesehatan mungkin punya pacar yang lebih tua.
Pacar yang tua tersebut biasanya menekan sang gadis melakukan hubungan seks tanpa kondom, atau mungkin sang gadis itu sendiri sudah berpengalaman dalam hal seksual. Apa pun itu, kemungkinan besar terjangkit selalu ada.
Terungkap, remaja AS tak menyukai matematika namun mereka sangat menyukai seks. King Middle School melaporkan 17 kehamilan dalam empat tahun. Sayangnya, jumlah keguguran dan aborsi belum diketahui.
“Membagikan resep kontrasepsi oral bukanlah solusi,” ungkap Wanjek. Namun, konseling para profesional kesehatan pada wanita-wanita ini untuk tidak menjadi aktif secara seksual serta menggalakkan penggunaan kondom bisa memiliki hasil yang jauh lebih positif. [mdr]

0 komentar:

Posting Komentar